Lakukan Beberapa Hal Berikut Sebagai Pengamanan Password Kamu

Diposting pada 4 views

Urusan keamanan di ranah maya ini memang mengerikan. Kita dituntut untuk bikin password yang susah, tapi kita sendiri sangat takut lupa password.

Hayo, siapa suka begini? Nggak saya doang kan? Hahaha.

Saya mengamati di portal yang saya kerjakan sekarang, memang ada artikel yang menjelaskan mengenai “mengambil kembali Facebook yang dibajak orang”–bukan saya yang nulis tapi, content writer lain. Dan, respons yang masuk ke artikel tersebut, rata-rata pada minta tolong untuk diambilkan kembali akun Facebook mereka yang dicolong oleh orang tak bertanggung jawab.

Saya murung sih liatnya.

So, ini ada beberapa langkah pengamanan standar yang mesti kau lakukan untuk mengamankan password dan akun kamu. Siapa tahu ada yang belum ngerti ya.

5 Langkah pengamanan password dan akun

1. Hati-hati dengan autofill

Ya, ya. Saya tahu, autofill memang seharusnya ada untuk memudahkan hidup kita bukan? Menghemat waktu dan tenaga, dan juga membantu sekali buat orang-orang pelupa. Ya, kek saya gini.

Tapi coba baca artikel panjang nan ilmiah Princeton ini. Di situ ada dijelaskan bagaimana seorang hacker dapat mencuri email kita.

Nah, jikalau sudah baca, kau akan tahu deh, itu juga dapat digunakan untuk ngambil password juga.

Fyuh. *garuk-garuk kepala* Kalau dipikir-pikir ya, nggak ada daerah yang kondusif di dunia ini ya, termasuk di dunia maya.

Kebayang kan jadinya, betapa bahayanya jikalau hingga kita punya password yang sama untuk semua akun? Ya, maunya buat memudahkan, tapi sekali udah diambil, si hacker dapat masuk ke semua akun juga. Wew!

2. Be creative

Ternyata kasus kreatif ini ga cuma soal desain, tapi password juga. Wqwqwq.
Coba perhatikan gif di atas dari Intel Security.

Itu dapat banget jadi trik untuk menciptakan password yang bagus.

Atau, dapat juga coba cara ini.
Cari satu kalimat atau frasa. Misalnya, “saya mau buka”, kemudian tambahkan nama medsosnya. Ganti abjad dengan angka atau simbol di bagian-bagian tertentu. SMBTw1tt3r, SMBFaceb00k, SMBP1nterest, dan seterusnya.

Biasanya dengan begini lebih gampang diingat.

Pokoknya ingat, jangan pernah pakai password yang sama untuk akun yang berbeda.

3. Pengamanan lanjutan: Two-factor authentication

Di beberapa layanan media sosial, ada fitur yang berjulukan Two-factor authetication.

Di Gmail sih terang adaDi WordPress juga ada. Di Facebook juga ada. Di Instagram pun ada. Untuk Twitter, ada di bab yang mengoneksikan ponsel kita dengan akun.
Tuh udah saya link semua ya. Silakan diikuti tautannya, dan segera bereskan.

Memang agak repot sih pertamanya, habis masukin password terus mesti verifikasi. Tapi ya demi amannya, nggak apa-apalah ya.

4. Waspada ketika berada di public dengan Wifi umum

Penginnya nyari Wifi gratis, kita pun login di area publik, di kafe, di mal, di resto, di warung kopi. Nggak nyadar, ini juga dapat berbahaya untuk security privacy kita.

Salah satu cara untuk dapat kondusif di daerah umum ialah dengan pasang VPN–alias Virtual Private Network. Dengan VPN ini, kita dapat browsing dan juga kirim-terima data dalam private network. Nggak dapat “diintip” orang.

Untuk penyedia layanan VPN, dapat gugling aja ya. Saya sendiri pakai Opera untuk browsing atau akses-kirim-terima data penting, yang punya built-in VPN. Tinggal aktifkan saja.

Sepertinya di Firefox dan Chrome juga ada settingannya, tapi saya belum sempat ngulik. Kapan-kapan saya update deh ya.

5. Jangan pernah tulis password di kertas

Kadang ya alasannya ialah pelupa betul, ya sudahlah kita tulis di post-it, atau memo.
Ya, jikalau di rumah, dan yakin betul dengan keamanannya, ya enggak apa-apa.

Tapi jangan pernah lakukan ini jikalau kau di kantor.
Haram banget dah ini ya.

Kalau semisal kesulitan dengan password yang beraneka macam (lihat poin 2 di atas), kau dapat coba LastPass, password manager yang katanya terbaik ketika ini. Saya sendiri belum pernah coba sih, alasannya ialah so far saya masih dapat mengelola password dengan baik. Namun, jikalau kau sudah kewalahan, kau dapat coba ngutak-atik.

Nah, begitulah beberapa tip pengamanan privacy dan data diri kita di dunia maya. Meski begitu, ya tetap waspada ya. Mentang-mentang merasa sudah diamankan semua, bukan berarti kita terus sembarangan saja. Tetap waspadai usaha-usaha phising dan hacking lainnya. Curigalah terhadap segala sesuatu yang aneh, nggak masuk akal, atau tidak biasanya.

Keep safe ya!