Keterlaluan, Ayam Andal Galak Ini Berani Masuk Rumah

44 views
Keterlaluan, ayam hebat galak ini berani masuk rumah – Seorang ibu rumah tangga, Buk Yanti, bercerita kepada tetangganya yang lain dikala membeli materi lauk dan sayuran pada pak Yanuar. sang pedagang asongan yang saban hari berjualan lauk dan sayuran di komplek perumahan Alamak. Di sela-sela menentukan materi lauk dan sayur di gerobak, buk Yanti ingin bercerita pengalamannya kepada pak Yanuar dan tetangganya.

 bercerita kepada tetangganya yang lain dikala membeli materi lauk dan sayuran pada pak Yanua Keterlaluan, Ayam Jago Galak Ini Berani Masuk Rumah
Ilustrasi ayam hebat masuk rumah (doc.matrapendidikan.com)

“Waduh, tadi pagi saya sangat kesal dengan kelakuan ayam hebat pak Amir.” ujar buk Yanti memulai ceritanya.

“Lho? Kenapa hingga kesal pada ayam jago? Memangnya ada apa, buk Yanti?” tanya buk Irma penasaran.

“Iya, masak sama ayam hebat saja dapat kesal?” sela buk Sonya ikut penasaran.

“Buk Yanti dikejar ayam jago, gitu?” celetuk pak Yanuar ikut nimbrung.

“Bukan, pak Yanuar. Ayam hebat galak pak Amir belakang layar naik ke rumah saya melewati jendela depan yang terbuka,” ujar buk Yanti, mau menceritakan pengalamannya kepada pak Yanar dan tetangganya itu.

“Lalu?” sambut buk Irma semakin penasaran.

“Iya, apa yang terjadi, buk Yanti?” sambung buk Sonya ingin tahu.

“Kaki ayam hebat yang kotor itu menginjak dingklik sofa tamu manis yang gres dibeli suami saya dengan harga mahal,” Buk Yanti memulai cerita.

Pak Yanuar, buk Irma dan buk Sonya terpaku mendengar dongeng buk Yanti problem ayam hebat galak yang naik ke rumahnya.

“Ayam hebat galak kepunyaan pak Amir itu berjalan di atas dingklik sofa manis dengan santai. Namun tertangkap lembap oleh saya dan mencari sapu, berniat menghalaunya ke luar rumah. Namun ayam hebat itu bahkan meloncat dan naik ke atas televisi jumbo LCD ukuran 32 inci. Tentu saja saya mustahil memukulnya dengan tangkai sapu. Perlahan saya halau biar ayam itu tidak menyentuh lemari pajangan dan menjatuhkan keramik mahal akrab televisi.
Saya coba menghalaunya dengan perlahan. Ayam hebat itu bukannya berlari keluar rumah, malah berlari ke dapur. Hinggap di atas kulkas dua tingkat, kemudian ke lemari gantung di dinding dapur. Dari lemari gantung,  ayam hebat itu keluar lewat pintu dapur….”
Buk Yanti menghentikan ceritanya. Ia kaget dan aib ketika menyadari ibuk-ibuk sobat belanjanya sudah pada kabur meninggalkannya. Setelah membayar belanjaan lauk dan sayur, buk Yanti pamit pada pak Yanuar.
Pak Yanuar hanya geleng-geleng kepala. Kemudian mendorong gerobak asongannya sambil meneriakkan lauk dan sayur jualannya.