Cara Menambang Inspirasi Goresan Pena Tanpa Susah-Susah Dan Jalan-Jalan Terlalu Jauh

30 views

Masih ya, problem penulis (penulis apa pun, termasuk bloger) paling nyebelin yaitu ketika kita merasa buntu ide.

Beberapa waktu yang lalu, saya juga “memaksa” beberapa orang di Redaksi Stiletto Book untuk ikut menulis artikel untuk web Stiletto. Dan tahu enggak, meski mereka yaitu editor, mereka juga mengeluhkan hal yang sama. Merasa susah mendapat ide. Mereka takut nggak punya ide!
Hahahah.

So, bloggers! You are not alone. Bahkan seorang editor buku juga kebingungan kok soal ide goresan pena 😛

Saya bilang ‘merasa’ alasannya yaitu memang sebetulnya itu cuma anggapan kita saja. Sebenarnya kita tuh nggak akan pernah kehabisan ide kok, apalagi jikalau sering diasah dan diajak latihan. Semakin sering, semakin peka. Itu sudah pasti.

Cuma kadang otak ini semacam ‘hang’ gitu, nggak mau diajak mikir. Penyebabnya banyak sih, misal kita sedang ada problem lain di dunia faktual yang sudah menyedot pikiran kita, atau mungkin kita kecapekan. Yah, namanya orang kan ya? Banyak yang mesti diurus.

Tapi, yang namanya ide goresan pena itu tak pernah pergi jauh sebenarnya. Bahkan sanggup kita temukan di mana saja. Makanya, saya juga hingga kini semakin yakin, bahwa “nggak ada ide” itu tak pernah ada dalam sejarah penulisan. Tsah.

Anyway, kau sanggup coba 3 Jenis Konten Penyelamat Saat Kamu Nggak Mood Nulis tapi Mesti Update Blog ini, atau juga Susah Mencari Ide Tulisan? Cobain 5 Blog Topic Generator Berikut Ini Deh! ini.

Kalau masih juga belum sanggup memantik ide tulisan, kau sanggup mencoba beberapa cara berikut.

1. Berpikir sebagai pemula

Think like a beginner.
Maksudnya begini, apa pun yang kau lakukan kini dengan fasih dan sukai, sebelumnya niscaya kau lalui dulu dengan pembelajaran. Bener nggak tuh?

Misalnya, buat mamak-mamak nih, yang suka nulis parenting, kini mungkin sudah sanggup ajarin anak mengenal huruf, dan bahkan membaca ya? Nah, coba ingat-ingat, dulu niscaya pernah ada di tahapan pertama kalinya mengajak anak mengenal huruf. Apa saja sih yang dilakukan? Apa yang perlu dipersiapkan?

Nah, ini sanggup nih menjadi goresan pena ya.

Tak perlu jauh-jauh, lihat saja yang kita lakukan sehari-hari.
Misalnya buat karyawan manajemen ya. Gimana caranya menciptakan filing yang rapi?
Buat pencinta bunga mawar, bagaimana cara merawat bunga mawar untuk pemula? Di tanah ibarat apa, flora mawar tumbuh dengan baik? Bagaimana dengan sinar mataharinya?

Catat semua pertanyaan yang pernah muncul di kepala ketika kau melakukannya pertama kali dulu. If you came up with a few questions once, I’m sure people are struggling with the same questions too.

Hal inilah yang sanggup kau tuliskan. Lengkapi dengan dongeng ketika kau melakukannya pertama kali dulu. Curhat juga boleh.

Ini namanya curhat berfaedah.

Here’s what you need to think:

  • Apa sih yang dulu membuatmu resah ketika pertama kali melaksanakan hal tersebut? – Ini sanggup jadi goresan pena “How to …”.
  • Dari mana kau berguru melakukannya? – Ini sanggup menjadi tulisan, contohnya 7 website daerah berguru menulis rekomendasi, atau 5 akun Instagram flatlay-ers yang sanggup dijadikan daerah berguru flatlay.
  • Kesalahan apa saja yang pernah kau lakukan ketika itu? – Ini sanggup jadi goresan pena do and dont’s ataupun contohnya kayak “kesalahan yang harus dihindari”. Tahu kan ya, yang kayak apa? Mistakes gitu deh.
Nah, jikalau sudah ketemu topik kemudian jangan lupa dilist.

2. Berinteraksi dengan pembaca

Kadang, kita mendapat banyak umpan ide itu dari pembaca-pembaca yang mampir ke blog, dan meninggalkan komen lo.
Ada banyak goresan pena di blog ini, misalnya, yang ditulis untuk menjawab feedback dari pembaca. Kadang mereka juga ngasih feedback-nya nggak eksklusif di komen juga sih. Tapi ada yang via Twitter, ada juga yang via WhatsApp.
Misalnya ibarat goresan pena memilih ciri khas lifestyle bloggers ini saya tulis alasannya yaitu ada yang nanya via Twitter. Atau, goresan pena wacana alasan saya memisahkan niche blog ini juga saya sanggup dari seorang sobat yang bertanya via WhatsApp.
Banyak juga yang bertanya via Quora Indonesia kemarin, yang kemudian jawabannya saya angkut ke sini. Sayangnya, saya sudah deaktif akun Quora saya =)) Yah, kapan-kapan lagi deh main ke sananya.
Intinya, dengarkanlah orang-orang di sekitar kita.
Hal ini juga melatih kepekaan untuk menangkap ide. Banyak hal terjadi di sekitar kita. Banyak orang berinteraksi dengan kita. Mereka sanggup jadi sumber pandangan gres yang nggak habis-habis.
Dulu sih pas masih selow, saya selalu menyempatkan diri untuk skroling cuilan Comments di blog. Buat “menjaring” ide yang barangkali belum tertangkap, sembari jawabin satu per satu. Sekarang sudah nggak sempet, cyin! Hahaha. Yah, maafkan saya. Semoga sanggup mengelola waktu lebih baik lagi, sehingga saya sanggup kembali balesin komen satu per satu. Seneng lo, sanggup dapetin ide dari komen teman-teman tuh.
Kita juga sanggup bertanya melalui survei atau polling di Twitter atau di Facebook lo. Ada fasilitasnya kan? Bisa juga bertanya via Instagram. Nggak usah peduliin, jikalau pemakaian sticker Questions kita salah dsb. Pokoknya pergunakanlah untuk mendapat manfaat sebanyak-banyaknya dari semua fitur yang sudah disediakan.

3. Dapatkan ide dari artikel orang lain

Memang, kita tidak seharusnya menyalin goresan pena orang begitu saja. Ini haram hukumnya.
Tapi, bukan berarti kita tak sanggup “mengadopsinya”, tentu saja kau mesti memelintir idenya hingga jangan hingga sama persis.
Misalnya.
Artikel Resolusi Tahun Baru untuk Blogger? Nih, Ada 5, Tapi Juga Jangan Lupakan yang Paling Penting! ini yaitu goresan pena alasannya yaitu melihat banyak artikel mengenai resolusi di awal tahun. Lalu saya pelintir menjadi resolusi untuk para bloger.
Artikel saya di blog Mas Febriyan Lukito, Bagaimana Memanfaatkan Media Sosial untuk Mempromosikan Bisnis Kamu ini, juga merupakan “artikel sontekan” dari blog post seorang sobat bloger lain yang membahas promosi bisnis melalui media sosial. Saya merasa artikel si sobat ini kurang representatif dan aplikatif, maka saya tulis ulang dengan gaya saya sendiri.
Kadang, ketika kita membaca satu artikel dan kemudian ada yang kurang dari artikel yang kita baca itu, nah, itu beliau berarti ada satu ide goresan pena yang muncul. Tapi ingat, jangan hanya dikopas ya. Coba ikuti beberapa langkah menjadikan pandangan gres goresan pena dari orang lain menjadi ide original yang pernah saya tulis di blog ini juga.
Makanya, kadang ya meski nggak ada waktu, saya tetap sempatkan membaca-baca Feedly. Rencananya sih, saya pengin menyatukan saja 2 akun Feedly saya menjadi satu. Tadinya saya memisahkan Feedly antara feed blog teman-teman, dengan feed website-website rujukan. Pengin saya jadikan satu aja deh. Supaya lebih yummy saya browsing-nya.

4. Ambil judul artikel orang dan twist

Ini juga sering saya lakukan sih. Hahaha. Maaf yah, yang ngerasa kali ada yang familier dengan judulnya tapi kok rasanya beda.
Barangkali, judul post kau tuh yang saya pakai 😛
Misalnya nih.
Hari ini di Feedly saya terlihat ada yang menulis wacana “Punya Anak Kinestetis itu Seru.” Hehehe. Maaf ya, yang punya artikel. Saya jadikan pola 😀 
Nah, ini sanggup ditwist, contohnya untuk anak visual dan auditori.
Contoh lain.
Ada artikel “Tip Menata Ruang Kerja di Rumah”
Nah, sanggup jadi “Tip Menata Meja Kantor supaya Mood Tetap Terjaga”
Atau, “Barang Apa Saja yang Harus Ada di Sebuah Ruang Kerja di Rumah” itu juga bisa.
Namun, harap diingat ya. Nggak semua orang terima jikalau idenya ini diadopsi dan ditwist. Teman-teman mesti sanggup mengenali, mana orang yang selow dan mana yang nggak suka idenya di-“pinjam”.
Kalau saya sih, jikalau umpamanya memang kenal dengan baik dan sanggup saya hubungi personal, maka saya akan tanya, “Eh, artikel yang ini boleh saya ‘pinjem’ gak?”
Biasanya sih boleh.
Perlu dikasih kredit nggak?
Ya, jikalau masih mirip-mirip, kasih kredit akan sangat baik sekali. Kalau sama sekali berbeda, ya nggak usah.

5. Update dan republish artikel lama

Nah, soal  mengedit goresan pena usang di blog, Mas Ryan pernah menuliskannya di Tulisan Blogger Indonesia; wacana alasan dan bagaimana caranya. Lengkap. Silakan dikunjungi yah.
Ini cocok banget dilakukan jikalau kita memang lagi mentok ide. Perbarui saja artikel lama, yang kurang oke, supaya lebih oke.

6. Jadwalkan per topik

Ini saya lakukan jikalau saya mau mengupdate blog yang rada nyampur bahasannya, ibarat Bicara Perempuan, Si Momot, dan Mama Rempong.
Saya menjadwalkan, contohnya Senin saya akan update topik Karier di BiPer, Kecantikan di Si Momot, dan Opini di Mama Rempong. Selasa untuk update topik lain lagi.
Nah, saya biasanya memakai Editorial Calendar untuk membantu saya mengelola konten-konten ini.
Kebetulan saya memang lagi fokus ternak blog sih. Hahaha. Untuk apa? Ada deh. Doain saja yah.
Kamu juga sanggup memakai penjadwalan ini terutama jikalau blog kau yaitu lifestyle blog alias blog gado-gado alias campur-campur, biar semua topik terisi dengan baik. Dengan penjadwalan ini, percaya deh, you will come up with more ideas. Dengan catatan, kau juga rutin melaksanakan brainstorming ide. Cukup 30 menit doang, contohnya setiap ahad kok. Menyempatkan diri 30 menit brainstorming, kau sudah sanggup ‘menghemat’ waktu di weekdays, alasannya yaitu topik-topik kau sudah siap tulis semua. Apalagi jikalau dalam brainstorming itu, kau juga sudah sekalian dengan menulis outline.

7. Cari writing prompt

Nah, ini jikalau di sini tampaknya belum banyak.
Prompt yaitu “pancingan”, trigger ide untuk menulis. Saya biasa memakai writing prompt ini ketika sedang berguru menulis Flashfiction bareng teman-teman di Monday Flashfiction dulu. Lumayan efektif lo. Kadang writing prompt ini berupa satu kata aja, atau bahkan gambar. Dan kita dibebaskan mengembangkannya seliarnya.
Writing prompt ini contohnya seperti Masih Kekurangan Ide? 30 Ide Blogpost Buat Sebulan Ini Bisa Kamu Pakai! ini, yang saya tulis untuk bantu teman-teman yang kekurangan ide menulis.
Di Twitter Kumpulan Emak Blogger (@emak2blogger), itu juga pernah ngasih banyak prompt. Ada Ide Artikel Parenting ini, ataupun 31 #IdeBlogpost buat sebulan ini. Sementara masih di Chirpstory ya. Nanti jikalau sudah keangkut ke webnya, saya akan update lagi.
Nah, tuh sudah ada sekitar 90-an writing prompts tuh. Banyak kan? Bookmark, dan tengok kapanpun kau butuh. Pilih saja yang mana yang paling masuk ke mood kamu.
Kapan-kapan, pengin juga sih bikin writing prompt untuk masing-masing niche di sini. Duh, nggak berani kesepakatan tapi. Utang saya juga masih banyak hahahaha … List guest post aja belum saya jabanin satu per satu euy!

Kesimpulan

Masih saja beranggapan, bahwa penulis itu sanggup kekurangan ide?
Semoga kini sudah berubah ya. Hehehe. Jangan mengalah sama ide. Percayalah, semakin usang ditunggu, semakin usang pula ide itu akan datang. Jemput aja. Nanti beliau akan berbaris di depan pintu, hingga kita malah resah kapan eksekusinya.
Eh, itu mah saya ding.