Begini Cara Memanfaatkan Media Umum Secara Efektif Untuk Mempromosikan Bisnis

Diposting pada 3 views

Saya suka geregetan kalau sudah soal pemanfaatan media umum sebagai salah satu alat PR, alias public relation, dan juga marketing yang kurang dimaksimalkan.

Ya, mungkin alasannya tiap hari saya ngulik kek ginian sih ya. Hahaha. Bawaan ingin tau mulu sama media umum tuh–apa pun! Soalnya saya lihat crowd-nya memang potensial banget buat “disisipin iklan”, hanya saja memang tricky karena kita mesti smooth masuknya. Biar ga genggeus. Rangorang nggak kerasa kalau disodorin iklan, gitu.

Hahaha. Rumit emang, pikiran orang marketing nih.

Sering lihat juga, beberapa teman mencoba bisnis, tapi masih belum dapat memanfaatkan media umum ini dengan baik sebagai ujung tombak bisnisnya.

Apa indikasinya? Misalnya, Instagram. Feed Instagramnya cuma berisi foto jualan doang, yang enggak ada indah-indahnya sama sekali. 100% isi jualan doang, dan bukan foto-foto yang yummy dipandang. Captionnya juga cuma spesifikasi barang dagangan, mencakup ukuran, warna, dan hal-hal teknis lain yang cukup menjemukan, dan nggak triggering orang untuk pengin beli. Yang beli ya yang butuh aja. Padahal kita butuh memengaruhi orang yang bergotong-royong nggak butuh tapi terus mau beli. Bener nggak?

Tapi, Mak, “enak dipandang” itu kan selera banget. Mungkin si pemilik akun merasa itu sudah indah.

Hmmm, kalau ada yang beropini menyerupai itu, ya yahhh … dapat jadi sih. Memang selera, tapi coba deh. Cobain trik berikut, siapa tahu dapat lebih mendongkrak penjualan.

Kan, enggak ada salahnya ada sedikit trik dicobain kan ya? Kalau memang oke, ya lanjut. Kalau enggak, ya udah nggak usah digunakan lagi. Cari yang lain yang lebih cocok. Karena treatment marketing itu memang sangat tergantung dengan sifat bisnis dan barang-barang yang dijualbelikan kok. Nggak ada yang harga mati. Kitanya aja yang mesti pinter menyesuaikan.

Tapi, yaqin deh, trik-trik berikut ini sudah saya terapkan dan terbukti bawa hasil. Mungkin dapat nggak dalam waktu cepat, tapi dapat ada dampak yang cukup signifikan.

Cara Memanfaatkan Media Sosial dengan Lebih Efektif untuk Mempromosikan Bisnis

1. Kumpulkan Aset dan Keunggulan Produk

Ini harus dilakukan pertama kali.
Kenapa? Kan kita jualan produk, maka kita akan sangat tergantung pada keunggulannya. Coba cari (kalau memang sebelumnya nggak tahu keunggulan produk sendiri–meski rada gila juga sih kalau jualan tapi nggak tahu keunggulan produk sendiri. Ehe ), kumpulkan dan catat, apa yang ingin ditonjolkan dari produk kita untuk diinformasikan pada (calon) pelanggan.

Bahannyakah? Proses pembuatannyakah? Detailnya yang unikkah? Atau service after selling yang oke?

Buatlah daftar selengkap mungkin. Daftar ini nanti akan menjadi amunisi dikala kita bergerak untuk mendapat atau memrospek pelanggan.

Setelah daftarnya lengkap, kini buat daftar sasaran customer dan audience. Ini nanti akan memilih bagaimana ‘suara’ dalam setiap konten media umum kita.

Kalau perlu petakan juga demografinya, mulai dari rentang umur, variasi pekerjaan, tinggal di mana (kota besar, kota kecil, rural). Kalau perlu, petakan juga income mereka.

Di sini, kita sudah memilih persona calon customer dan audience. Dengan persona ini, kita nanti akan lebih gampang memasarkan produk.

2. Klaim Nama Bisnis di Semua Media Sosial

Nah, ini yang namanya awal nge-branding.
Kita mesti klaim semua nama bisnis kita di media-media sosial. Just name it, Twitter, Facebook, Facebook Page, Google+, LinkedIn, Instagram, Pinterest, [email protected], Snapchat, Foursquare, dan seterusnya.

Mengapa mesti begini?
Ya, supaya nama bisnis kita itu benar-benar hanya menjadi punya kita sendiri. Lengkapi semua dengan foto profil yang memperlihatkan profil bisnis kita, contohnya logonya, atau foto apalah yang dapat mendefinisikan bisnis kita. Tapi hati-hati bila menampilkan foto produk sebagai foto profil ya, ada kemungkinan akan tampak kurang besar lengan berkuasa saja image-nya. Akan lebih baik, kalau yang dipasang yakni logo bisnis.

Kalau kita hingga dapat mendapat semua media umum atas nama bisnis kita yang sama, well, we’re lucky. Tapi, kalau ternyata sudah ada yang ambil, maka segera cari alternatifnya. Pastikan saja nggak terlalu jauh dengan nama bisnis aslinya.

3. Manage with Tools

Iya, saya tahu, bahwa kita semua cukup sibuk untuk mengurusi semua akun media umum yang sudah ada ini.

Kabar baiknya, tak perlu semua digunakan kok. Ada beberapa yang asal sudah diklaim saja namanya, dan biarkan saja nonaktif. Lebih baik kita fokus pada 2-3 media umum saja, dan boost hingga pol.

Misalnya, rencanakan untuk memanfaatkan Facebook dan Instagram lebih dulu.

Bagaimana dengan Twitter? Well, kalau untuk saya, Twitter itu rada susah untuk jualan produk riil ya :)) Soalnya isinya sobat misqueen semua. Hahahaha. Tapi kalau semisal kau punya bisnis yang cocok disuarakan via Twitter, kau dapat menambahkannya dalam daftar media umum yang harus digarap. Semua memang harus diadaptasi dengan bisnis masing-masing.

Kalau saya sih, biasanya mengelola akun-akun media umum ini dengan memanfaatkan fitur dan tools yang sudah ada.

Misalnya, saya manfaatkan IFTTT untuk menciptakan postingan otomatis dari Instagram eksklusif share ke Facebook Page dan Twitter. Kaprikornus begitu post di Instagram, kita nggak perlu lagi Share to Other Apps. Habis posting di IG, ya udah tinggalin saja, ntar IFTTT yang akan posting eksklusif ke Facebook Page dan Twitter.

Soalnya saya sendiri kadang lupa atau nggak sempat, bok, buat sekadar mencet tombol Share to Other Apps juga X)) Habis posting di satu akun, eksklusif tinggal dulu untuk posting juga di akun lain. Terus nanti sesudah 1 – 2 jam balik lagi untuk liat feedback. Udah, lupa mau share.
Dengan IFTTT ini saya cukup terbantu.

4. Posting untuk Promosi

Untuk skedul harian, jam berapanya enggak ada yang niscaya alasannya semua tergantung audience masing-masing. Jadi, luangkan waktu untuk mengamati timeline media umum kau ya. Waktu ramainya kapan, yang paling sering ditanggapi konten apa, dan seterusnya.

Ada yang bilang, untuk Twitter jumlah konten ideal yakni 10 tweet sehari, Facebook 2 status per hari, Google+ satu kali sehari, Instagram dua kali sehari, dan kalau kita punya blog pribadi, setidaknya bahasan mengenai bisnis atau produk kau harus muncul di blog setidaknya 2 kali sebulan.

Kalau bisnis kita punya blog sendiri, usahakan untuk selalu update minimal dua kali dalam satu minggu. Jangan lupa ditaut-tautkan ke laman-laman produk ya untuk keyword yang sudah ditentukan.

5. Konten, Konten, Konten!

Nah, kini mulai mencari konten yang cocok untuk disebarkan pada para calon customer / follower.

Perlu banget untuk diingat, mindset bahwa media sosial kita hanya boleh/bisa diisi oleh konten promosi dari bisnis online kita saja, itu yakni salah. Justru kita mesti juga menambah dengan konten-konten yang lain.

Ada hukum sharing konten di Facebook yang tersebar di antara para digital marketers, yaitu 70-20-10.

70% konten kau harus merupakan konten yang dapat memperlihatkan nilai tambah bagi audience kamu, contohnya tips, quotes, surveys, tapi pastikan harus benar-benar relevan ya. 20% konten kau seharusnya merupakan konten dari source lain yang kira-kira dapat menarik audience. Nah, gres deh 10%-nya yakni konten promosional dari bisnis kamu, contohnya update dikala ada barang baru, informasi kalau ada sale atau giveaway, dan seterusnya.

Kayaknya ini anggun juga untuk diterapkan di Instagram.

Jadi, pastikan kita punya konten dulu sebelum mulai berburu followers ya. Mulailah sharing sebelum kita punya followers. Biarin aja nggak ada yang nonton sekarang, tapi kita harus memberi calon follower alasan untuk mau follow atau like.

Nah, itu beliau 5 trik awal memanfaatkan media umum untuk bisnis. Untuk selanjutnya, kita juga harus mulai networking dengan pebisnis lainnya, juga rajin untuk upgrade dan update skill dan pengetahuan setiap waktu.

Karena pertumbuhan teknologi memang sangat pesat. Meleng sedikit saja, maka niscaya kita akan ketinggalan banyak. Nyesel kemudian deh.
Semoga sukses ya!