Beberapa Tip Jitu Untuk Membantu Kau Menjaga Konsentrasi Dan Fokus Menulis

Diposting pada 6 views

Masalah fokus atau konsentrasi biasa memang menjadi permasalahan umum bagi para penulis–baik itu penulis buku, konten, dan blog.

Distraksi memang menjadi musuh besar ketika kita menulis. Bentuk distraksinya sih dapat macam-macam. Saya sendiri bentuk distraksinya dapat harapan untuk sekrol timeline Twitter atau Instagram, bunyi televisi, bunyi bawah umur yang lagi main, diajak ngomong (anak-anak yang bertanya ini itu ketika mereka berguru atau mengerjakan PR, diajak ngobrol sama keluarga yang lain, tukang sayur yang lewat, chat dari coworker yang tiba-tiba masuk, dll), mikirin film apa yang elok untuk ditonton hari ini, buku sketsa, dan masih banyak lagi.

Banyak ya? Tapi taruhan, niscaya pada sama banyaknya. Atau, bahkan lebih banyak lagi?

Saya sendiri memang paling simpel keganggu konsentrasinya jikalau sudah diajak ngomong. Udah deh, jikalau lagi khusyuk, terus tiba-tiba ada yang manggil, nyolek, atau nanya, mood pribadi bubar. Meski saya nulis di mal, misalnya, saya tetap dapat konsen, lantaran keramaian yang ada tuh bukan lantaran saya diajak ngomong. Tapi begitu mulai ada yang ngajak ngomong, udah deh, bubar.

Makanya nggak cocok kerja di kantor dengan ruang kerja open plan alias terbuka, meski dibatasi dengan kubikel. Dulu di kantor eksportir itu, saya pernah dikasih ruangan di satu rumah sendirian. Yes, sendirian. :))

Karena itu, kita mesti dapat mengatasinya. Nggak mungkin kan kita hanya menyerah? Jadinya nggak nulis-nulis juga dong.


Sebenarnya ada beberapa hal yang dapat kita lakukan biar selalu dapat fokus menulis. Mari kita lihat satu per satu per poinnya.

Beberapa tip biar kita dapat menjaga fokus menulis

1. Menyingkir

Kalau memungkinkan, menyingkirlah dari keramaian, dan temukan kawasan yang paling nyaman untuk menulis.
Kadang jikalau kita sudah benar-benar susah untuk fokus, kemungkinan disebabkan oleh kejenuhan terhadap kawasan yang biasa kita pakai untuk menulis. Misalnya, setiap hari kita punya ruang kerja sendiri untuk ngeblog di rumah.

Suatu kali kita susah bener untuk mulai nulis, maka cobalah untuk pindah kawasan menulis. Barangkali ada coffee shop nyaman yang dapat digunakan untuk menulis? Atau mau ke coworking space? Anywhere new, yang dapat menciptakan mood dan fokus menulismu balik lagi.

Atau kayak saya, kadang malah ngungsinya ke mal. Suara bising di mal kadang dapat menjadi satu bentuk ‘white noise’ yang justru menciptakan saya semakin konsen menulis lo.
Hahaha iya, asing ya? Tapi ya begitulah.
Pasti juga banyak yang berbeda dari saya. Makara ialah penting untuk dapat mengenali diri sendiri.

2. Get rid of the noise

Nah, untuk seseorang yang bertipe audio–kayak saya–biasanya memang sangat susah untuk fokus.
Padahal yang namanya ‘noise’ di rumah itu ibarat terjadi setiap waktu; bawah umur yang ramai main, bertengkar, atau nyanyi keras-keras, bunyi televisi yang menampilkan drama India yang ditonton sama ibu saya (plus komen-komennya yang kadang bikin saya ketawa dan malah jadi ingin tau ikutan nonton) terang selalu mewarnai rumah saya setiap hari.
Kadang ya dapat saya abaikan, kadang ya enggak. Kadang hingga sakit kepala :))
Kadang ya sudah, kerjaan saya tinggal, dan saya fokus ke anak-anak. Tapi jikalau deadline sudah ketat, dan saya harus segera menuntaskan tulisan, ya berarti bagaimana caranya ngeblock suara-suara ini.
Makanya saya menganggap membeli headphone yang elok itu sebagai investasi :)) Sekadar earplug tak dapat menolong saya. Saya harus punya headphone, yang gede, yang dapat menutup hingga seluruh daun telinga.

Noh, headphone kesayangan saya.

Nah, untuk playlistnya sih tergantung selera sih.

Tapi ada yang bilang ke saya, mereka susah fokus jikalau pakai musik. Katanya mereka malah jadi pengin ikut nyanyi. Hahaha.

Ya berarti musiknya dong yang disesuaikan. Ada banyak playlist yang ditujukan untuk membantu kita fokus di Spotify (bukan, ini bukan postingan berbayar ya). 

Ini salah satu yang saya rekomendasikan. Musik-musiknya agak upbeat, nggak bikin ngantuk. Tapi iramanya yang stagnan bikin kita dapat konsentrasi.

Ada banyak playlist sejenis di Spotify, yang memang disediakan untuk diplay ketika kita butuh pinjaman untuk fokus. Cari saja di genre & moods Focus. Cari yang paling disuka dan sesuai, kemudian save. Putar kapan pun dibutuhkan.

Works for me.

3. Rencanakan sebelum menulis

Khusus untuk yang ingin fokus menulis buku, punya planning untuk membereskan goresan pena hingga halaman berapa atau jumlah kata berapa akan dapat membantu.

Untuk para penulis blog dan konten, ya pastinya rencananya ialah dapat menuntaskan satu artikel.

Saat kita menulis tanpa adanya planning ataupun target, maka sudah niscaya akan lebih sulit untuk fokus. Jika kita semenjak awal sudah memilih sasaran ini, maka kalaupun terdistraksi, maka kita akan segera ingat lagi pada planning awal, dan kemudian berusaha untuk balik lagi menulis.

4. Terapkan teknik Pomodoro

Nah, ini sih pengin saya bahas khusus sih kapan-kapan.
Teknik Pomodoro ini ialah teknik yang biasa dilakukan oleh para penulis novel atau buku untuk membantu mereka fokus menulis. Tapi tak hanya penulis buku, teknik ini juga dapat dilakukan oleh penulis blog ataupun konten.

Tekniknya simpel kok.

  • Pakai timer di handphone. 
  • Set 25 menit, alarm berbunyi. 
  • Selama 25 menit itu kita fokus hanya menulis
  • Setelah 25 menit berlalu, alarm menyala, kemudian set lagi untuk 5 menit. 5 Menit ini kita dapat pakai untuk istirahat sebentar; luruskan kaki, ambil air minum, makan camilan, whatever. 
  • 5 menit berakhir, set lagi 25 menit untuk kembali menulis.

Ulang hingga 4 kali. Setelah 25 menit keempat, berikan waktu istirahat pada diri sendiri lebih lama, contohnya 15 menit. Lalu jikalau mau dilanjut, ulangi langkah pertama di atas.

Nah, teknik ini dapat digunakan pastinya jikalau semua distraksi sudah diatasi ya. Misalnya, pas bawah umur sekolah, kita sudah sendirian di rumah dan rumah sudah beres. Atau jikalau sudah malam, ketika bawah umur sudah tidur. Atau dini hari, ketika semua orang belum bangun.

Jadi, memang kita harus temukan dulu nih waktu-waktu kita bebas distraksi, gres deh teknik ini dapat dipakai.

5. Sediakan notes distraksi

Lagi tengah-tengah nulis artikel, tiba-tiba kepikiran untuk pandangan gres menulis artikel yang lain. Lagi asyik ngupdate blog, tiba-tiba inget film elok untuk ditonton. Lagi asyik kejar deadline, tiba-tiba ingat jikalau harus melaksanakan ini itu.

Lagi asyik nulis postingan ini, tiba-tiba ingat jikalau mau masukkan URL blog teman-teman ke Feedly.  Masih nulis poin no. 5 ini, tiba-tiba inget mau bikin list bullet journal untuk topik web. Eh, iya ini saya. Hahaha. Hedeh.

Memang bentuk distraksi yang berupa “tiba-tiba ingat” ini paling mengganggu buat saya. Adakah yang mengalami hal yang sama?

Nah, jikalau si “tiba-tiba ingat” ini diturutin, wah, nulis dapat bubar jalan beneran dah. Akhirnya puyeng sendiri, nggak ada satu pun yang beres.

Untuk mengatasinya, saya selalu menyediakan notes distraksi di samping laptop. Kalau ada yang tiba-tiba lewat ibarat ini, saya pribadi tulis saja di notes tersebut. Embuh bentuknya apa, pokoknya tulis saja.

Lalu sesudah kerjaan selesai, saya pun lihat-lihat lagi notes distraksinya. Yang perlu dimasukkan ke dalam todo list, masukkan. Yang harus saya lakukan, ya lakukan.

Notes distraksi ini cukup membantu lo. Cobain aja.

Nah, itu beliau 5 cara menciptakan diri kita sendiri tetap fokus menulis.
Kamu punya cara lain?
Sok, dishare via komen yah!

I’ll be glad to hear your opinion.