6 Cara Sukses Menjadi Personal Blogger Versi Carolinaratri.Com

Diposting pada 5 views

Halo. Masih mau baca blog ini ya? Ehe Makasih ya, sudah berkunjung lagi, meski si empunya lagi angot-angotan ngupdate. Hehehe. Iya, maaf, malah lebih rajin ngisi blog/web orang yak 😛

Anyway, tempo hari (lagi-lagi) di Quora ada yang minta saya untuk menjawab bagaimana supaya sanggup sukses menjadi personal blogger.

Well, saya gotong royong juga bertanya-tanya, memangnya saya sukses? :)) Padahal nulis di sini juga seadanya kok sekarang–seadanya topik dan seadanya waktu. Kayaknya udah nggak sanggup disebut sebagai blog junjungan lagi kan ya? =))

Tapi ya, saya berusaha jawab sih. Dan, supaya sanggup dibaca juga oleh teman-teman lain–yang pengin sukses menjadi seorang personal blogger, maka saya angkut sekalian ke sini.

Yang akan saya tulis berikut ini ialah tip sukses personal blogger hasil pengamatan sekitar terhadap beberapa orang personal blogger yang berhasil bertahan lebih dari 10 tahun ya, baik dari tanah air maupun bloger luar negeri. Ya, mostly sih bloger luar negeri alasannya ialah saya banyakan follow-nya yang luar.

Ohiya, jadi ingat, saya gotong royong pernah menulis tip sukses ngeblog ala para mastah bloger luar negeri. Boleh dilihat lagi, dan yang akan saya bahas berikut ini tampaknya sekadar melengkapi saja.

Well, sebelum membahas tip sukses sebagai personal blogger, saya mau define dulu mengenai istilah “sukses”, alasannya ialah barangkali ukuran “sukses” saya berbeda dengan ukuran orang lain. Iya toh? Sukses itu gotong royong ialah kata yang amat sangat subjektif.


Ada beberapa kriteria seorang personal blogger saya anggap sukses, di antaranya:

  • Ia punya ciri khas yang tak dipunya oleh bloger yang lain. Ia juga bertahan alasannya ialah ciri khasnya itu, konsisten dengan gayanya.
  • Tulisannya berbobot, lezat dibaca, dan punya sudut pandang yang unik. Mungkin topiknya sih nggak terlalu istimewa, tapi kalau beliau yang nulis tuh terasa beda aja gitu pengalaman membaca kita.
  • Ia punya keahlian tertentu, yang ia pergunakan dengan sebaik-baiknya untuk menyajikan konten dalam blognya. 
  • Ia banyak diajak kolaborasi oleh pihak ketiga, alasannya ialah performanya. Bukan sekadar keroyokan dan menyodor-nyodorkan diri.

Punya beberapa dari kriteria di atas saja, berdasarkan saya, bloger itu pastilah seorang personal blogger keren yang sukses. Apalagi kalau punya semua. Pasti sudah sukses buanget jadi blogger. Sudah jadi influencer deh, nggak sekadar troopers lagi.

Ada yang beropini berbeda? Ada yang punya kriteria blogger sukses versi sendiri? Misalnya, blogger keren itu ialah blogger yang sanggup datengin event setiap hari. Atau, blogger keren itu ialah blogger yang sanggup blogwalking ke 100 blog setiap hari.

Ada? Boleh … Boleh aja Sok, ditulis di komen yah, bagaimana sih kriteria blogger sukses dan keren menurutmu.

Kok penghasilan nggak masuk di kriteriamu, Mak?
Kaprikornus begini. Menurut saya nih, alasannya ialah penghasilan itu termasuk kuantitas. Seperti juga Pageview, ialah sebuah angka. Begitu juga dengan DA, PA, dan sebagainya. Angka biasanya akan mengikuti kualitas. Kalau kualitas bagus, pasti deh semua kuantitas itu akan mengikuti.

Coba deh saya tanya, bloger semacam Alodita, Amrazing, Diana Rikasari … apa pernah mereka ditanya DA/PA kalau mau ditawari kerja sama? Enggak kayaknya. Mereka ditawari kolaborasi alasannya ialah mereka sudah punya “kuku”. Ditanya, “Pageview berapa per bulan?”-kah? Enggak juga, pasti. Bahkan Diana Rikasari dan Evita Nuh saja masih pakai blogspot gratisan kok.

Klean pada ngapain bela-belain berdomain sendiri? Wkwkwkw.
Saya juga.

Hahaha. Yah, itu sebagai ilustrasi sih. Pada kenyataannya, kini kebanyakan juga prefer berdomain sendiri. Kaprikornus nggak salah untuk bermigrasi ke TLD, tapi lihat kan, bahwa gotong royong dengan domain gratisan pun ga dilema kalau kau punya “kuku”.
If you know what I mean.

Karena apa?
Karena kualitas mereka sudah berbicara. Nggak usah ditanya angka, pastilah pada percaya.

Itu pendapat saya. Nggak tahu kalau Mas Anang, atau kau punya pendapat yang berbeda. Boleh kok. Bebas. Cuma ya kalau saya sih memang nggak memasukkan blogger yang pageview banyak itu berarti sukses. Enggak, alasannya ialah pageview itu tergantung niche dan sasaran audience. Bisa saja pageview kalah, tapi secara konversi lebih unggul.

So, angka itu relatif. Jadi, nggak sanggup dijadikan ukuran atau pedoman.

Untuk menuju ke situ, pastinya bukan jalan yang pendek dan mudah. Mencari ciri khas diri sebagai personal blogger saja sudah membutuhkan waktu usang kok, apalagi kemudian ia juga punya konten-konten yang matang dan berbobot.
Pasti butuh bertahun-tahun.

Tapi bukan berarti nggak mungkin.

Inilah beberapa hal yang harus kau lakukan (berdasarkan pengamatan saya) kalau kau pengin sukses menjadi personal blogger (untuk versi saya, tentunya)

1. Jangan memulai dengan tujuan cari uang

Seperti saya sebutkan di atas, penghasilan (dalam bentuk uang) ialah hanya kuantitas. Kapan pun kau melaksanakan sesuatu demi kuantitas, maka yang kau kejar berikutnya juga berupa kuantitas.

Kalau kuantitasnya tidak tercapai, maka kau akan cepat merasa lelah.

Berbeda dengan melaksanakan sesuatu dengan sasaran kualitas. As simple as, “karena ini ialah cara saya bersenang-senang” saja biasanya sudah berbicara ke ranah kualitas.

Karena dengan demikian, kita bakalan enjoy terus ngeblognya. Meskipun semua ukuran kuantitas itu tidak tercapai, kau akan tetap terus ngeblog alasannya ialah ada tujuan kualitaslah yang ingin dicapai.

2. Belajar memasak konten dengan benar

Problematika bloger zaman kini ialah wangsit mereka biasanya sudah bagus, tapi sanksi gelepotan. Belum matang dalam pengolahan, pengin buru-buru femes atau sanggup penghasilan dari blog.

Kenapa begitu?

Ya, itulah yang terjadi kalau sedari pertama tujuannya sudah salah, hanya berorientasi pada kuantitas.
Lalu, bagaimana cara meningkatkan kualitas konten? Cobalah:

  • Baca, baca, dan baca. Jangan jatuh cinta pada goresan pena sendiri, sampai-sampai malas membaca goresan pena orang lain. Baca buku, majalah, koran, tabloid, artikel online, apa pun untuk memperluas wawasan, asal yang positif ya. Dengan banyak membaca, otak akan ternutrisi dengan baik. Jika nutrisinya baik, insyaallah, keluarannya juga baik.
  • Sembari baca, perhatikan bagaimana penulis lain memasak kontennya. Bagaimana cara ia memberikan pesan, amati istilah apa saja yang dipergunakannya. Kamu boleh kok menjiplak cara penulis junjunganmu dalam memberikan pesannya, tapi kau juga harus rajin latihan menulis. Lambat laun, kau akan menemukan gaya menulismu sendiri dari situ.
  • Menulis dengan gayamu berbicara. Biasanya hal ini sanggup menjadi ciri khasmu. Tapi kadang gaya berbicara mulut kita memang tak semuanya baik untuk dituangkan dalam bentuk tulisan, maka ya harus dipilih-pilih.
  • Jangan malas belajar. Belajar apa? Ya editing, mencar ilmu menciptakan foto plus retouchingnya, mencar ilmu infografis, vlog, dan lain-lain, yang sekiranya sanggup mendukung penyajian kontenmu. Dunia blog itu nggak pernah berhenti. Dia selalu bergerak maju. Begitu meleng sedikit, pasti kau ketinggalan info. Ya, enggak apa-apa juga sih kalau kau tetapkan untuk tidak update pada apa yang baru, tapi ya siap-siap saja ketinggalan, dan kau harus cari jalan lain supaya sanggup menyusul kalau masih pengin survive di sini.
Saya kasih referensi diri saya sendiri deh.
Saya ketinggalan banget soal video. Saya kurang tertarik dengan vlogging, padahal itu sanggup membantu banget belakangan ini untuk performa kita sebagai blogger.
Maka, ya iya, saya “menyiapkan diri untuk ketinggalan” di vlog dengan memperkuat hal yang lain. Caranya? Ya saya perkuat lagi konten saya yang berupa tulisan. Saya harus tiba dengan konten lain–selain video–yang irresistible. Maka, saya perbanyak source. Kalau ada yang follow saya di Twitter, barangkali sering lihat saya bagi font handlettering, font website penyedia image CC0, dan website freebies. Itulah salah satu “usaha” saya supaya tetap sanggup maju, meski nggak pakai video :)))
So, contohnya nih, kau merasa kurang mumpuni di infografis, tapi kau suka fotografi? Ya sudah, lanjut di fotografi. Cari ilmu sebanyak-banyaknya, latihan sebanyak-banyaknya. Jangan biarkan kelemahanmu di sisi satu menghentikan kekuatanmu di sisi lain.
Gitu aja.
Masih banyak yang sanggup dikembangkan kok. Dan lagian, kita nggak pernah rugi kan kalau mencar ilmu sesuatu?

3. Temukan ciri khasmu

Ini penting ya. Karena, berapa banyak blogger ada di Indonesia sekarang? Berapa banyak artikel blog di-publish setiap harinya?

BANYAK!

Kalau enggak punya ciri khas, kemudian dari mana orang-orang akan mengenalimu?

“Siapa?”
“Budi.”
“Budi siapa?”
“Budi yang … yang itu tuh …”
“Yang mana?”
“Yang ngeblog itu loh.”
“Yeee, yang mana?!”
*nggak selesai hingga tahun depan*

Gaya dan ciri khas itu selayaknya identitas.
Kalau kau punya gaya dan ciri khas, artinya kau punya identitas.

Yah, lebih jauh sanggup baca artikel saya yang lain di blog ini yang membahas mengenai ciri khas blogger. Di sana juga ada referensi blogger yang berciri khas.
Juga ada langkah-langkah untuk menemukan ciri khasmu sendiri sebagai blogger.
Silakan disimak yes?

4. Belajar dasar-dasar SEO

Mengapa harus? Karena hal ini merupakan cara paling efektif untuk mendapat traffic dengan gratis, relatif tanpa perjuangan yang terlalu ekstra.

Rumit?
Coba lakukan dengan beberapa ceklis berikut dulu deh, sebelum ke hal-hal yang tampak rumit.

  • Lakukan keyword research. Sudah pernah saya bahas ya, silakan disimak lagi.
  • Pastikan keywords ada di paragraf pembuka, maksimal ada di 100 kata pertama.
  • Masukkan keywords yang sudah dipilih ke dalam artikel, jaga supaya tersebar dengan baik ke seluruh artikel ya. Berapa banyak keywords yang harus dimasukkan? Nah, ini nggak ada yang tahu dengan pasti sih. Tapi berdasarkan Yoast, kira-kira ya 2,5% dari jumlah kata keseluruhan. Pikirkan juga beberapa alternatif keywords lain untuk dimasukkan juga, dan juga sinonimnya.
  • Pastikan image-image kau punya nama file yang mengandung keywords. Optimasi ukurannya supaya pas, sehingga nggak terlalu besar untuk loading pun nggak pecah alasannya ialah kekecilan resolusinya.
  • Pastikan keywords masuk ke URL, dan akan lebih baik lagi kalau keywords terletak di awal kalimat judul.
Sudah. Itu saja sudah cukup kok.
Iya, saya juga biasanya cuma melaksanakan 5 hal itu saja sih, pada dasarnya. Hanya memang perlu latihan untuk pengambilan keywords-nya.
Ada yang masih bilang rumit?
Ya iya sih, alasannya ialah gotong royong ada banyak hal lain dalam platform blog kau biar makin teroptimasi. Seperti ngulik template supaya loading cepat, memastikan mobile-friendly, menyiapkan Google Console Search, siapkan Google Analytics, dan lain-lain. Tapi ini sanggup dipelajari sambil jalan sebenarnya. Yang penting, lakukan dulu 5 hal di atas dan jadikan “kebiasaan” setiap kali menulis artikel di blog. Sama halnya dengan “kebiasaan” self editing.
Saat satu hal menjadi kebiasaan pasti nggak akan berat dilakukan lagi.

5. Cobalah untuk fokus ke niche tertentu

Yang juga menjadi problematika para bloger zaman now ialah mereka lebih menentukan so-called-niche lifestyle, yang berarti tanpa niche.

Konon katanya, supaya lebih gampang sanggup ide, bahasan juga nggak habis-habis. Mereka nggak sadar, bahwa topik “lifestyle” itu malah justru menciptakan mereka terjebak dalam zona nyaman yang gotong royong nggak nyaman dan nggak berkembang.

Padahal ada berbagai laba yang sanggup kita dapatkan dengan menentukan niche blog, atau setidaknya fokus pada topik-topik tertentu saja.

Masih resah bagaimana menentukan niche yang cocok? Coba baca lagi artikel saya yang kemudian itu.

6. Bergabung dengan komunitas

Komunitas bukan sembarang komunitas. Memang banyak komunitas blogger nongol kini ini. Ada yang sanggup ngitung?

Saya enggak.

Banyak sekali memang. Dan, mau ikut di semua komunitas itu? Wuih, eman-eman energi kalau saya bilang sih.

Daripada ikut semua komunitas, mendingan pilih saja yang benar-benar berkualitas dan sanggup memperlihatkan nilai tambah pada diri kita sendiri. Ya kalau kau oke dengan kriteria personal blogger sukses versi saya di atas, pastikan saja komunitas yang kau ikuti itu nggak sekadar hanya mengejar duit dan mroyek.

Pilihlah komunitas yang bikin kita cendekia (meski kalau memang sanggup ngasih penghasilan, itu semacam bonus yang tak akan ditolak).

Males berkomunitas? Wah, kek saya dong. Tapi, bersosialisasi itu penting. Maka, meski nggak berkomunitas, ya bergaullah dengan orang yang punya positive vibe. Pilih circle yang sanggup bikin kita tambah ilmu, tambah wawasan, … ya, tambah pinterlah.

Sayang energinya kalau nggak tersalurkan dengan baik, kalau kita gabung ke komunitas yang tak memperlihatkan nilai tambah buat kita sendiri. Belum lagi soal waktu.

The bottom line is …

Quote dari Zig Ziglar ini cocok banget diingat terus kalau kau mau menjadi seorang personal blogger yang sukses.

Menjadi seorang personal blogger sukses itu pilihan. Sudah kriterianya sangat subjektif, jalannya pun ya nggak gampang dan penuh pilihan.

Kamu mau menempuh cara apa, ya itu menjadi pilihan kau dan alhasil akan menjadi tanggung jawabmu juga.

Saya sendiri nggak pernah berpikir, bagaimana ya menjadi seorang blogger sukses? Atau, blogger sukses itu menyerupai apa sih? Kriteria-kriteria yang saya sebutkan di atas pun juga nggak sevalid itu untuk diamini oleh semua orang kan? Bisa saja orang punya kriteria berbeda, dan itu tuh nggak salah.

Tapi saya akan menganggap diri saya sendiri sukses, ketika saya enjoy melaksanakan apa yang saya kerjakan PLUS mendapat nilai tambah pada diri saya sendiri. Entah itu pengetahuan, wawasan, pengalaman, teman, … dan juga uang, pada akhirnya.

Demikian artikel panjang saya kali ini yang sudah saya tulis selama 2 minggu.
Sampai ketemu di artikel panjang lainnya.
Semoga kau nggak bosen.