3 Jenis Konten Penyelamat Ketika Kau Nggak Mood Nulis Tapi Mesti Update Blog

22 views

Hae!
Seharusnya saya mau nulis soal update algoritme Facebook hari ini. Tapi, nggak tahu kenapa, setiap kali mikirin soal “algoritme Facebook” itu mood saya eksklusif drop. Hahaha.

Malas aja gitu nulisnya. Jadi, ya sudahlah. Saya tunda aja deh. Tapi barusan saya sih ngedraf tip promosi blog ke Facebook untuk web Komunitas Emak Blogger. Seharusnya sih bila nggak hari ini ya besok kemungkinan udah tayang.
So, saya kira itu dulu deh untuk update soal Facebook-nya.

Saya mau bahas yang lain aja. Ketimbang nggak jadi nulis kan? Wkwkwk.
Ya gitu deh. Saya kadang juga tergantung banget sama mood. Udah planning mau nulis A semenjak kemarin-kemarin, sudah pas waktu nulis tiba-tiba malas bahas itu. Kalau moodnya diturutin, ya bakalan nggak jadi nulis.

Supaya jadi nulis, ya udah nulis yang lain aja kan? Nggak usah planning-planningan lah!

Nah, saya mau bahas konten aja. Lagi-lagi konten.

Kadang, ketika ngeblog kita mentok. Benar-benar mentok. Ya, kayak saya gini. Ide sih ada. Tapi kok nggak mood amat buat bahas. Udah dikasih kopi segalon, udah dipasangin playlist keren-keren, udah ada kudapan sebakul, bila moodnya nggak mau anggun ya gimana dong?

Mau menyerah?

Kalau yang lain mungkin iya. Mungkin kini juga ada yang diem-diem komen sendiri dalam hati, kalau gue mah lagi nggak mood ya udah nggak nulis.

I just can’t!!!

Tapi saya tuh nggak dapat kayak gitu. Gimana caranya, saya tetap harus nulis setiap hari. Karena bila enggak, dapat makin parah. Nanti bila sempat berhenti nulis, mulainya LEBIH SUSYEH LAGI!

Nah, salah satu cara untuk dapat membangkitkan mood nulis lagi ialah dengan menuliskan hal yang memang pengin kita tulis ketika itu, atau menulis hal yang nggak biasanya kita tulis.

It works for me everytime!

Saya punya 3 jenis konten yang selalu dapat ‘menyelamatkan’ mood saya ketika stuck, pun ditulisnya dapat cepat. Dan balasannya hari saya terselamatkan, sebab balasannya dapat update blog/artikel. Hehehe.

Ini dia.

3 Jenis konten yang dapat menyelamatkan hari bad mood saya

1. Round up atau kurasi

Round up atau kurasi itu apa? Itu lo, sebuah listicle–artikel berbentuk list–yang isinya sih tinggal ngumpulin aja dari mana-mana.

Misalnya kek gini.

Ngumpulin foto gerhana bulan

Nah, artikel itu saya bikin dengan ngumpulin foto-foto yang tersebar di Twitter dan Instagram perihal Super Blue Blood Moon tempo hari.

Effort-nya nggak terlalu susah. Nulisnya juga cepet, asal diupload-upload aja fotonya terus dikasih sumber.

Di blog ini saya juga cukup sering bikin round up. Ini salah satunya, round up quotes yang dapat menyemangatimu untuk terus ngeblog.

Round up quotes

Yang kek gini cukup cepat juga bikinnya.
Gampang nyarinya, cepat bikinnya, nggak terlalu banyak mikir … dan voila! Blog pun terupdate. Hehehe.

Kamu contohnya dapat tuh ngeround up quotes bahwa memasak itu menyenangkan, buat foody blog kamu. Atau, quotes pentingnya kesehatan, buat health blog kamu. Atau, quotes film-film paling seru, buat blog review film kamu.

Atau, kau juga dapat ngeround up atau mengurasi artikel-artikel di blogmu sendiri lo. Misalnya kau kumpulin deh artikel-artikel soal resep dengan materi utama ikan, misalnya, dalam satu artikel. Terus, dikasih internal links deh ke masing-masing artikel.

Gampang kan?

2. Repurpose Content

Repurposing content ini berarti mengulik ulang sebuah konten, dan mengubahnya ke dalam bentuk konten yang lain.

So far, ini belum terlalu sering saya lakukan sih.
Misalnya begini, saya punya beberapa slide yang saya unggah di Slideshare. Kayak yang self editing ini nih.

Materi workshop perihal Self Editing

Lalu saya repurpose. Saya tulis ulang jadi artikel utuh.
Nah, ini yang dinamakan repurposing.

Repurposing content ini dapat kau ambil dari slide, infografis, foto-foto bahkan video.

Ohiya, saya melaksanakan repurposing content di web Masyarakat Sehat sih untuk konten-konten liputannya yang diambil dari Channel Youtube INAHEALTH TV. Tapi belum ditayangkan di webnya, masih direview sama Redaktur.

Channel Youtube INAHEALTH TV

Kalau yang liputan ini ya beda sih cara masaknya sama artikel terkenal biasa. Tapi metodenya sama, repurposing.

So, bila kau pernah bikin infografis atau vlog di Youtube, dapat tuh kau transkrip ke dalam bentuk tulisan, dan post deh sebagai artikel.

Atau dapat juga ambil dari punya orang lain, asal kau cantumkan sumber ya. Akan lebih baik juga bila kau minta izin dulu sama yang punya konten. Konten-konten terkenal di Youtube kan banyak yang dapat dengan bebas ditulis ulang, asal pastikan medianya aja yang umum gitu.

3. Article completion

Ini bener nggak istilahnya, nggak tahu deh. Hahaha. Artinya itu lo, kau melengkapi lagi artikel yang sudah tayang di blog kamu.

Salah satu artikel yang direpost, dilengkapi keyword dan internal link.

Misalnya, ada artikel-artikel usang yang mesti diupdate soal datanya, nah, itu dapat kemudian kau post sebagai artikel baru. Bisa kau lengkapi gambar atau imagenya, kau tambahin infografis, atau tambahin video.

Atau mungkin kau masukin keyword baru, atau internal / external link baru.

Ya, pokoknya diupdatelah itu artikel! Terutama sih artikel yang bersama-sama laris, tapi masih ada gosip yang ketinggalan. Lengkapi, kemudian publish jadi artikel baru.

Kalau mau ya dikasih disclaimer, bila artikel ini direpost dengan beberapa update. Atau, misal di judul kau tambahin [Update] gitu juga ok.
Kalau enggak, juga nggak apa-apa sih. Hahaha.

Nah, itu beliau 3 jenis konten yang biasanya menyelamatkan saya, biar saya tetap dapat menulis meski moodnya lagi nggak bagus.

Kamu punya trik lain untuk menyelamatkan mood nulis yang lagi ndlosor? Tulis di kolom komen ya!