14 Kata Kata Leluhur Jawa Kuno Ihwal Kehidupan Untuk Motivasi

20 views

Ada banyak pepatah Jawa Kuno yang tentunya patut kita perhatikan. Mungkin itu hanya sebuah kata kata atau pribahasa yang menciptakan motivasi kita meningkat. Tetapi anda harus tau bahwa setiap kata ucapan yang dibentuk para leluhur kita mempunyai arti dan makna yang cukup mendalam. Kita tidak akan melaksanakan hal yang sembarangan jikalau kita memahami dan mengerti apa maksud dari kata bijak tersebut.

Para leluhur kita dahulu menciptakan rangkaian kata perihal kehidupan ini bertujuan supaya kita menjalani hidup dengan lebih baik. Memperhatikan apapun yang sanggup terjadi dalam lingkungan sekitar. Saya yaitu orang yang banyak belum mengetahui apa saja petuah atau wejangan wejangan yang diberikan orang bau tanah pada zaman dahulu kala. Pada artikel kali ini saya mencoba mengumpukannya beberapa kata leluhur kuno berserta artinya.

Lihat juga : Kata-kata Cinta Sejati Romantis (Kumpulan)

Nasehat yang dibentuk diturunkan dari generasi ke genarasi dan banyak mempunyai manfaatnya. Penyebaran kata kata bijak dan kata kata mutiara tersebut bukan hanya disampaikan melalui ekspresi saja tetapi melalui tulisan. Kita ketahui kitab para orang bau tanah dulu perihal kata bijak banyak dimusnahkan oleh para penjajah belanda. Makara kita wajib menjaga kelestarian yang sudah diturunkan oleh Nenek Moyang kita supaya anak Indonesia di masa yang akan tiba sanggup merasakannya juga.

14 Kata kata Leluhur Jawa Kuno perihal Kehidupan untuk Motivasi

Sumber : info-sipaijo.blogspot.com

1. NGUNDHUH WOHING PAKARTI (Menuai buah pekerti)

Pepatah Jawa kuno ini bermakna, setiap orang akan mendapat akhir dari perilakunya sendiri.

2. WITING TRESNO JALARAN SAKA KULINO (Berawalnya cinta lantaran terbiasa)

Kata kata mutiara bijak jawa kuno ini sangat familiar bagi orang jawa, maknanya kurang lebih adalah, bahwa cinta biasanya akan tiba jikalau kita telah terbiasa (dalam hal ini contohnya keberadaannya, terjalinnya komunikasi dan juga interaksi)

3. MEMAYU HAYUNING BAWONO, AMBRASTO DHUR ANGKORO. (Percantik keindahan dunia, Berantaslah ke-angkara murka-an).

Kata Mutiara Jawa kuno kali ini bermaksud memberi pesan kepada insan supaya ketika hidup di dunia hendaknya berusaha memperindah dunia ini dengan rasa cinta kasih kepada semesta, serta memberantas sifat angkara marah dan segala sifat tercela yang merusak dunia.

4. Ojo Gumunan, Ojo Getunan, Ojo Kagetan, Ojo Aleman (Jangan simpel terheran-heran, Jangan simpel menyesal, Jangan simpel terkejut, Jangan manja).

Makna Kata kata Bijak Jawa ini cukup terang yaitu Rajinlah menuntut ilmu supaya wawasan semakin luas sehingga tidak simpel terheran-heran terhadap setiap tanda-tanda yang ada di kehidupan mayapada ini. Giatlah berkarya dan bekerja dan pikirkan segala sesuatu dengan seksama supaya nanti di masa depan tidak menjadi orang-orang yang menyesal. Yang terakhir berusahalah dengan sekuat tenaga untuk menjadi orang yang besar lengan berkuasa dan berdikari alias tidak manja.

5. Urip Iku Urup (Hidup itu Nyala)

Kata Bijak Jawa kuno yang satu ini juga cukup populer, maknanya yaitu orang hidup sudah seharusnya menerangi atau memberi manfaat kepada setiap makhluk di sekitarnya.

6. Aja keminter mundhak keblinger, aja cidra mundhak cilaka (Jangan sok akil nanti tersesat, jangan berbuat curang nanti celaka)

Makna dari kata kata bijak jawa kuno ini mungkin sudah cukup jelas.. mari kita ingat kembali aturan karma/ aturan alasannya akibat. Lebih baik kita tidak berlaku sombong dan aniaya terhadap sesama sehingga Tuhan tidak marah dan menimpakan (kala) tragedi kepada kita.

7. Ngluruk Tanpo Bolo, Menang Tanpo Ngasorake, Sekti Tanpo Aji-Aji, Sugih Tanpo Bondho (Menyerbu tanpa bala tentara, menang tanpa merendahkan, sakti tanpa ajian, merasa kaya tanpa banyak harta).

Maknanya yaitu Tetaplah menjadi pemberani dan berjuanglah sekalipun anda sendirian. Menangkanlah pertarungan dengan kerendahatian tanpa merendahkan martabat orang lain. Jagalah wibawa dengan Kebijaksanaan walau tanpa jabatan/kedudukan. Dan yang terakhir merasa cukup dan puas-lah akan karunia Tuhan sehingga anda akan tetap kaya sekalipun tanpa banyak mempunyai harta.

8. AJINING DIRI SOKO LATHI, AJINING ROGO SOKO BUSONO (Kehormatan diri yaitu dari lisan, Kehormatan raga yaitu dari pakaiannya).

Arti dari Kata bijak jawa ini kurang lebih yaitu Hendaknya setiap insan memperhatikan apa yang diucapkan oleh lidahnya dan juga selalu memperhatikan perilakunya dalam pergaulan.

9. ING NGARSO SUNG TULODHO, ING MADYO MANGUN KARSO, TUT WURI HANDAYANI (Di depan memberi teladan, di tengah membangun prakarsa {pelopor}, di belakang memberi semangat).

Dari Peribahasa Jawa Kuno inilah ungkapan Tut Wuri Handayani ini diambil dan dijadikan sebagai Semboyan Departemen Pendidikan Nasional Indonesia.

10. MIKUL DHUWUR MENDHEM JERO (Memikul tinggi-tinggi, memendam dalam-dalam)

Pepatah bijak Jawa kuno yang satu ini yaitu proposal bagi seorang anak (atau dalam situasi tertentu yaitu seorang murid) untuk sanggup menjunjung kehormatan dan memuliakan orang tuanya (atau sanggup juga diartikan sebagai guru) setinggi-tingginya serta sebisa mungkin untuk memaafkan dan memendam dalam-dalam segala malu dan kesalahan kedua orang tuanya.

11. BECIK KETHITIK ALA KETARA (Kebaikan Terdeteksi, Kejahatan Kelihatan)

Hemat kata tapi sarat makna, pitutur bijak dari leluhur jawa kuno ini bermaksud memberitahukan bahwa setiap perbuatan kita semuanya suatu dikala akan nampak juga. Makara perbuatan yang mana yang seharusnya kita perbanyak biar kita tidak malu bila suatu dikala semuanya terbongkar? simpel jawabnya, susah mengerjakannya ya.. hehe

12. Aja Rumongso Bisa, Nanging bisa’o Rumangsa (Jangan Merasa Bisa, Namun Bisa-lah Merasakan)

Inti dari kata bijak jawa kuno kali ini yaitu Jangan sombong dan hendaknya kita selalu tahu diri.. dan pada dasarnya lagi kata kata bijak jawa satu ini benar benar susah untuk diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan tepat.

13. Ojo Dumeh (Jangan Sombong dulu / Jangan Merasa Menang Dulu)

Pepatah bijak leluhur jawa kuno yang cukup terkenal ini menunjukan bahwa : Sebaiknya dalam setiap keadaan kita tetap waspada, dan berupaya sebisa mungkin jangan hingga lengah lantaran merasa sudah lebih unggul dari lawan kita selagi pertempuran belum benar-benar usai. Hal ini terutama juga pertempuran kita dengan nafsu diri kita sendiri yang selalu menggelincirkan kita dari kebaikan dan kebenaran, kesannya jangan merasa sudah menang dahulu, jangan merasa baik dahulu sebelum kita yakin bahwa usaha kita dalam hidup ini memang benar-benar telah selesai. Singkat kata, waspadai musuh hingga terang pertarungannya benar benar telah usai atau waspadalah terhadap jebakan syetan hingga hembusan nafas kita yang terakhir.

14. Sepi Ing Pamrih, Rame Ing Gawe (Senyap dalam pamrih, ramai dalam pekerjaan)

Falsafah Hidup Orang Jawa Kuno ini menggambarkan seseorang yang selalu lenyap dalam perebutan / pembagian penghargaan serta pujian, namun mereka selalu hadir dan bersemangat dalam bekerja, bahkan seringkali sangat senyap dan  senantiasa bekerja keras dalam kesunyian. (mungkin seolah-olah kerjanya para ninja, intel atau para tentara elit khusus gitu ya). Kalau Istilah jaman sekarang, mereka itu yaitu orang yang selalu ulet dan nrimo dalam bekerja tanpa butuh akan popularitas dan pamrih. orang begitu luar biasa langka jaman kini ya gan..

Baca juga : SMS Kata-kata Bijak dan Motivasi terbaru Agar Semangat

Itulah kumpulan kata kata Leluhur Jawa Kuno yang sanggup memotivasi kita dalam menjalani kehidupan. Jangan abaikan setiap kata bijak yang disampaikan lantaran maknanya cukup dalam dan mempengaruhi kehidupan anda. Terlepas dari sebuah iktikad kita tetap berpegang teguh kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Akhir kata jikalau sahabat mempunyai kata bijak jawa kuno yang belum ada pada goresan pena ini boleh membuatkan di kolom komentar supaya sanggup saya tambahkan pada artikel ini. Jikapun ada yang salah atau kurang berkenan saya sebagai admin mohon maaf sebesar besarnya. Semoga dengan informasi Kata kata Leluhur Jawa Kuno ini hidup kita akan lebih baik lagi, Amin.